Tempat Jual laptop pangkalan jati baru depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop di Bojongsari Depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop tugu depok hub : 081384510779
Tempat Jual laptop pangkalan jati baru depok hub : 081384510779 adalah salah satu kelurahan di kecamatan bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Bojongsari Depok. anda dapat menghubungi 081384510779 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK Reses Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Sahat Farida Berlian
Dalam pelaksanaan reses Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Sahat Farida Berlian, di Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Cinere, banyak warga mengeluhkan soal Penerimanaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Depok.
Laporan: MUHAMMAD IRWAN SUPRIYADI
Sistem zonasi yang diberlakukan pada penerimaan peserta didik baru pada tahun ini, menambah kesulitan anak-anak di Kelurahan Pangkalan Jati Baru untuk bersekolah.
Hal itu diutarakan beberapa warga yang hadir dalam pelaksaan reses Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok, Sahat Farida Berlian.
Seperti permasalahan tidak adanya sekolah, baik SMP maupun SMA di kelurahan Pangkalan Jati Baru itu, dengan adanya sistem zonasi yang diberlakukan pada penerimaan peserta didik baru tahun ini.
Bahkan masalah ini membuat peluang anak-anak di Kelurahan Pangkalan Jati Baru sulit bersekolah di Depok, sementara itu wilayah Jakarta hanya menerima 5 persen siswa dari Depok.
“Artinya, anak-anak kami punya kesulitan untuk bisa bersekolah.” kata warga RW5 Pangkalangkalan Jati Baru, Umar.
Ia memberikan informasi bahwa di kecamatan Cinere ada satu SMA Negeri dan dua SMP Negeri, yang salah satunya belum memiliki gedung mandiri.
Bahkan, kata dia warga merasa kebingungannya. Sampai-sampai tentangnya belum mendapatkan sekolah.
Dikesempatan itu juga Nardi salah satu warga menyampaikan bahwa anaknya belum mendapatkan sekolah.
“Anak saya belum mendapatkan sekolah karena skor zonasi di SMA 9.” ucap Nardi.
Sahat mengamini aspirasi yang disampaikan kepada dirinya. Selain mempersoalkan sarana infrastruktur pendidikan, warga yang menghadiri reses juga menyampaikan keluhan terkait infrastruktur layanan kesehatan.
seperti Puskesmas Cinere yang terletak di kelurahan Cinere termasuk jauh dari kelurahan Pangkalan Jati Baru, terutama yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Kecamatan Ciganjur Jakarta Selatan.
“Terlalu jauh untuk kita masyarakat di sini yang memerlukan surat rujukan sebagai pengantar berobat,” kata Sahat.
Dari berbagai persoalan banyak harapan dari warga yang hadir meluangkan aspirasi yakni ada perhatian dari pemerintah kota Depok di kelurahan ini, tidak hanya tentang layanan pendidikan dan kesehatan.
“Terjadi lonjakan harga tanah, apalagi wilayah perbatasan kita memang nilai tanahnya berbeda. Kami berharap ini menjadi perhatian, agar tidak terjadi kenaikan pajak tanah di wilayah ini. Warga bilang ke saya bahwa wilayah kelurahan ini tidak menjadi daerah perbatasan yang terpinggirkan,” terang dia.
Menurut Kepala Bidang Program Perencaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Depok, Reni, Pangkalan Jati Baru merupakan wilayah dengan IPM tinggi.
Maka dari itu prioritas untuk pembangunan infrastruktur pendidikan lebih difokuskan ke wilayah kecamatan lain yang dianggap lebih harus diutamakan.
Terlebih Reni menyampaikan,pendampingan reses anggota dewan seperti ini sebelumnya belum pernah ada.
“Reses merupakan salah satu proses menjaring aspirasi masyarakat untuk pembangunan kota selain musrenbang. Kami menyambut baik inisiatif seperti ini, karena kita memang perlu tahu usulan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat secara langsung,” tambahnya.
Dalam reses tersebut Reni menjelaskan tiga program unggulan kota Depok yakni, sehat, bersih dan ramah keluarga. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.