Tempat Jual laptop di sawangan baru, depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop di Bojongsari Depok hub : 081384510779

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Bojongsari Depok. anda dapat menghubungi 081384510779 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bojongsari Depok segera hubungi kami sekarang juga di 081384510779(Call/sms/whatsapp)

Tempat Jual laptop di sukamaju, depok hub : 081384510779
Tempat Jual laptop di sawangan baru, depok hub : 081384510779 TUGU batu hitam yang tegak berdiri di tepi Jalan Muchtar Raya, Kota Depok itu memiliki kisah tentang perjuangan rakyat Sawangan melawan tentara Belanda. Pada tugu tersebut tertera tulisan tentang peristiwa yang terjadi di masa perjuangan kemerdekaan 1945. “Di sini tentara NICA (Belanda) pada bulan November 1945 pernah dihancurkan oleh TKR para pemuda pejuang berserta rakyat wilayah Sawangan dalam perang kemerdekaan,” demikian tulisannya. Tugu batu itu diresmikan pada 29 Desember 1979 oleh Bupati Bogor H Ayip Rughby. Kota Depok di masa peresmian tugu memang masih bergabung dan menjadi bagian dari Kabupaten Bogor. 
Namun, petunjuk atau cerita rinci terkait peristiwa penghancuran tentara NICA/Belanda tersebut begitu minim. Saksi-saksi sejarah pun banyak yang telah meninggal. Menggali keterangan dari Pemkot Depok sama seperti mencari jarum di tengah tumpukan jerami karena keterbatasan literatur atau dokumentasi yang mereka miliki. Pikiran Rakyat mencoba menelisik peristiwa penghancuran tentara NICA itu dengan mendatangi Museum Perjoangan Bogor beberapa waktu. Lagi-lagi terdapat keterbatasan informasi. Di sana, informasi dan dokumentasi tugu batu perjuangan rakyat Sawangan hanya sebatas foto yang berjejer dengan foto monumen-monumen perjuangan lain di wilayah Bogor.
Pencarian informasi itu akhirnya berakhir  pada Ri’an bin Ri’in (86). Ri’an adalah saksi sejarah sekaligus warga yang terbilang paling tua di Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan. Pikiran Rakyat menyambangi kediaman Ri’an di kediamannya yang tak jauh dari tugu batu tersebut, Jumat 21 September 2018. Dengan ingatannya yang mulai memudar, dia masih mampu bercerita mengenai riwayat monumen yang dikenal warga sebagai Tugu Batu Sawangan.
Ri’an memulai cerita tentang suara rentetan tembakan yang memecah kesunyian Sawangan di suatu pagi. “Belanda datang dari (arah) Depok,” ucapnya. Wilayah Depok yang dimaksudnya adalah kawasan Jalan Pemuda dan sekitarnya yang sempat menjadi markas tentara NICA. Ri’an yang saat itu berusia 13 tahun ketakutan. Menurutnya, warga Sawangan memilih ngumpet ketimbang menjadi sasaran peluru yang beterbangan. Menurutnya, pasuka NICA yang sebagian besar berjalan kaki dan mengunakan kendaraan tersebut tengah mengawasi pembangunan jembatan di kawasan Parung Bingung, area perbatasan Cipayung dan Sawangan.
Mereka melakukan pengawalan pembangunan akses Depok menuju Sawangan itu. “Lagi datang ngecek tentara Belanda diserang TKR,” ujarnya. Ri’an mengaku tak tahu persis berapa kekuatan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan serdadu Belanda yang kena sergap. Pasalnya, warga tetap memilih bersembunyi hingga menunggu pertempuran reda.  Yang jelas,  bunyi senapan mesin menyalak bersahutan di wilayah Sawangan yang masih dipenuhi pepohonan karet dan sawah puluhan tahun lalu. Tentara Belanda diperkirakan terdesak oleh para pejuang saat itu. Mereka sempat meminta bantuan ke markasnya di Depok. “Ngebel (nelfon) lagi Belanda di Depok,” kata Ri’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.