Tempat Jual laptop di leuwinanggung, depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop di Bojongsari Depok hub : 081384510779

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Bojongsari Depok. anda dapat menghubungi 081384510779 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bojongsari Depok segera hubungi kami sekarang juga di 081384510779(Call/sms/whatsapp)

Tempat Jual laptop di sukamaju, depok hub : 081384510779
Tempat Jual laptop di leuwinanggung, depok hub : 081384510779 Beberapa tahun belakangan ini, Pemerintah sedang gencar menggalakkan UKM (Unit Kegiatan Masyarakat) kecil. Karena unit kegiatan kelompok usaha kecil, menengah, dan koperasi merupakan wujud kehidupan ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia. Keberadaan kelompok ini tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan perekonomian secara nasional. Kelompok ini mampu menyerap lebih dari 64 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi sebesar lebih kurang 58,2% dalam pembentukan Produk Domestika Bruto.[2]
Jumlah kelompok usaha kecil, menengah dan koperasi dan daya serap tenaga kerja yang cukup besar ternyata perkembangannya masih jauh dari yang diharapkan. Kelompok ini hanya selalu menjadi sasaran program pengembangan dari berbagai institusi pemerintah, namun program pengembangan tersebut belum menunjukkan terwujudnya pemberdayaan terhadap kelompok tersebut.[3]
Berangkat dari keadaan ini, divisi pengembangan masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), sebagai salah satu bagian dari elemen masyarakat merasa mempunyai kewajiban untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat umum. Kontribusi nyata itu adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang seluruh program-programnya terangkum dalam proyek Community Development (ComDev). Salah satu daerah yang mereka pilih untuk penggarapan proyek ini adalah Leuwinanggung.
Sesuai dengan namanya, Leuwinanggung terdiri dari dua kata “leuwi” dan “nanggung” (jadi memang benar-benar tanggung posisinya). Secara administratif, Leuwinanggung berada dalam kotamadya Depok. Namun secara umum kondisinya sangat jauh berbeda dengan dua wilayah yang mengelilinginya yaitu Bekasi dan Depok. Menurut data kependudukan Kotamadya Depok, masyarakat Leuwinanggung termasuk ke dalam kategori masyarakat miskin kota, karena pendapatan perkapita mereka sangat rendah. Kondisi ini diperparah dengan adanya pemekaran wilayah perumahan mewah oleh para developer real estate yang berada di sekitar Lewinanggung, seperti perumahan The Address dan perumahan Bukit Golf. Menurut prediksi tim ComDev, kondisi perekonomian masyarakat Leuwinanggung terancam, karena daerah garapan para petani Leuwinanggung yang selama ini dijadikan sumber pendapatan utama mereka akan terkena imbas dari pemekaran tersebut. Sehingga apabila masyarakatnya tidak segera mencari alternatif matapencaharian, maka beberapa tahun ke depan kondisi perkonomian mereka akan jauh lebih parah.
Salah satu program yang ditawarkan untuk memecahkan masalah ini adalah dengan alternatif Grameen Bank atau Bank Desa, dimana penerapannya berupa pemberian modal usaha tanpa anggunan, penerapan tabungan berjalan, dan penyuluhan perekonomian. Sepintas, program Bank Desa ini seperti pendidikan kewirausahaan, namun tentu saja dalam penyampaian materinya tidak sama dengan penyampaian di dalam kelas formal. Informasi atau pengetahuan yang akan disampaikan disesuaikan dengan karakteristik masyarakat disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shares