Serikat Pekerja Dukung Suprajarto Tolak Jadi Dirut BTN

Serikat Pekerja Dukung Suprajarto Tolak Jadi Dirut BTNJakarta, CNBC Indonesia– Serikat Pekerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (SP BTN) ikut angkat bicara mengenai penolakan Suprajarto atas penugasan sebagai Direktur Utama BTN hasil RUPS Luar Biasa, pada Kamis (29/8).

“Kami mendukung sikap Suprajarto yang menolak hasil RUPS LB Bank BTN dalam poin mengangkat Suprajarto sebagai Dirut Bank BTN,” ujar Ketua Umum DPP SP BTN Satya Wijayantara.

Satya mengatakan SP BTN juga meminta kepada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menghormati prinsip Good Governance dan pelaksanaan manajemen karier bankir di lingkungan BUMN melalui sistem merit system yang baik dan terbuk

“Menyatakan sikap bahwa sesungguhnya pemberian tugas kepada Suprajarto sebagai Dirut Bank BTN setelah sebelumnya menjabat sebagai Dirut Bank BRI pada dasarnya sebuah pelecehan profesi yang berpotensi menimbulkan kemarahan bagi ribuan alumni Bank BRI yang tersebar diseluruh NKRI termasuk juga di Bank BTN karena penugasan diberikan dari Bank BRI kepada Bank BTN yang dari ukuran kapasitasnya Bank BTN jauh lebih kecil dari Bank BRI,” ujar Satya.

SP BTN juga meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan BUMN untuk menahan diri dengan tidak mengambil keputusan politik apapun sampai dengan pelantikan Presiden Jokowi tanggal 20 Oktober 2019 sesuai dengan imbauan Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Satya menyatakan tahu proses penunjukan Suprajarto sebagai Dirut BTN karena mengikuti RUPS LB. Dia pun mengikuti konferensi pers Suprajarto yang menolak penugasan jadi Dirut BTN.

“Kami lalu membuat press release karena ada hal yang harus kita luruskan dalam bernegara,” tulis Satya.

Sebelumnya Suprajarto membuat kejutan dengan menolak penugasan Kementerian BUMN untuk menjadi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Suprajarto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), bank dengan aset 4 kali lipat dibandingkan BTN, mengaku tidak pernah diajak komunikasi untuk penetapan tersebut.

“Saya tidak pernah diajak bicara mengenai penatapan ini sebelumnya apalagi diajak musyawarah, oleh karena itu atas penetapan RUPLSB BTN hari ini saya tidak dapat menerima keputusan itu dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari hasil keputusan RUPSLB BTN,” ujar Suprajarto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.