Kamala Harris, Jaksa Kontroversial Menuju Gedung Putih

Joe Biden dan Kamala Harris. Kamala Harris punya rekam jejak sebagai jaksa agung dan senator yang agresif. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WILMINGTON — Kamala Harris menjadi senator Amerika Serikat (AS) dari kulit hitam kedua dalam sejarah saat terpilih pada 2016. Kini dia terpilih mendampingi Joe Biden untuk memenangkan kursi presiden dan wakil presiden pada November.

Perempuan ini lahir dari dari ayah Jamaika dan ibu India, menjadikannya sebagai cawapres sebagai garis keturunan Asia-Amerika. Jika nantinya terpilih sebagai wakil presiden, dia akan menjadi perempuan pertama yang menjabat posisi itu.

Sebelum sosok yang lahir di Oakland itu menjadi cawapres, ada dua sosok perempuan yang dinominasikan sebagai pasangan calon presiden dari Demokrat dan Republik. Sosok dari Demokrat adalah Geraldine Ferraro pada 1984 sedangkan dari Partai Republik ada Sarah Palin pada 2008 namun keduanya kalah dalam pemilihan tersebut.

Pemilihan sosok Harris sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Demokrat dibarengi dengan sederet pengalamannya di bidang politik dan hukum. Dia adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai jaksa wilayah San Francisco dan perempuan pertama yang menjabat sebagai jaksa agung Kalifornia.

Catatan Harris sebagai jaksa agung Kalifornia dan jaksa wilayah di San Francisco mendapatkan sorotan dari Demokrat dan beberapa pemilih liberal serta kaum muda kulit hitam. Dia dinilai sebagai sosok yang melangkah jauh dari masalah rasisme dalam sistem hukum dan kebrutalan polisi.

Sosok kelahiran 20 Oktober 1964 itu dinilai tidak melakukan cukup banyak untuk menyelidiki penembakan polisi dan terlalu sering memihak jaksa dalam kasus-kasus hukuman yang salah. Atas tuduhan tersebut, Harris membela diri dengan menyatakan sebagai jaksa progresif yang mendukung reformasi penegakan hukum.

Harris terpilih sebagai jaksa agung Kalifornia pada 2010 dan fokus pada berbagai masalah termasuk krisis penyitaan. Dia menolak untuk membela Proposisi 8 negara bagian, yang melarang pernikahan sesama jenis dan kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.

Ketika namanya mulai dikenal secara nasional, Harris membangun reputasi di sekitar pekerjaannya sebagai jaksa. Selama menjadi senator sejak 2016, Harris terkenal karena gaya bertanya yang terkadang agresif, terutama tentang Brett Kavanaugh selama sidang konfirmasi Mahkamah Agung 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.