Hari Musik Nasional 9 Maret 2020: Musisi Indonesia Berjaya di Dunia

Rich Brian berpose di depan karya yang dipamerkan dalam The Sailor Experience, pameran interaktif hasil kerjasamanya dengan Spotify. FOTO/maverick.co.id

tirto.id – Hari Musik Nasional diperingati di Indonesia setiap tanggal 9 Maret. Sederet musisi Indonesia tercatat menorehkan prestasi melalui karya-karya dan penampilannya di beberapa acara musik internasional. Beberapa di antara mereka juga, masuk dan memenangkan penghargaan di ajang penganugerahan internasional serta berkolaborasi dengan sejumlah musisi dunia. Berikut di antaranya, sebagaimana dikutip Antara. Anggun C. Sasmi Anggun memilih Prancis sebagai lokasi titian kariernya di luar Indonesia dan sudah menelurkan setidaknya lima album studio berbahasa Inggris dan enam album berbahasa Prancis. Di Prancis, dia pernah tampil sebagai juri program televisi “Mask Singer” dan memecahkan seluruh peringkat rekaman di sana. Dia sudah tiga kali tampil di konser Natal atau “Concerto di Natale”, Vatikan, Italia atas undangan Paus Yohannes, Paus Benediktus dan Paus Fransiskus. Pada tahun 2014 misalnya, dia membawakan lagu “Malam Kudus” (Silent Night) diiringi Sinfonica Nazionale della RAI Orchestra yang dipimpin Steven Mercurio. Tahun ini, Anggun membawa pulang piala penghargaan ajang Asian Television Award 2020 untuk Kontribusi di Bidang Pertunjukan Seni Terbaik (Outstanding Contribution to Performing Arts). Agnez Mo Agnez Mo melebarkan karier bermusik melalui kolaborasinya dengan musisi asal Amerika Serikat, Keith Martin melalui lagu “Get up” dan “I’ll Light a Candle”, lalu Michael Bolton melalui lagu “Said I Loved You But You Lied”. Agnez juga berpartisipasi dalam lagu “On Purpose” milik Chris Brown. Selain kolaborasi, dia pernah didaulat sebagai pembawa acara karpet merah di American Music Award 2010 dan menghadiri acara itu pada tahun 2019. Untuk penghargaan bidang musik, Agnez pernah memenangkan kategori “Artis Asia Terbaik dari Indonesia” Mnet Asian Music Award tahun 2012 dan 2017 dan kategori media sosial iHeartRadio Music Awards 2019. Tahun lalu, dia menjadi nominee kategori Best Fan Army dalam iHeartRadio Music Awards. Di tanah air, pelantun “Tak Ada Logika” itu tercatat memenangkan sejumlah penghargaan antara lain: Top Social Artist of The Year dari Billboard Indonesia Music Awards 2020, Most Favorite Female Musician di LINE Indonesia Awards 2019. Tahun lalu, dia menjadi artis Indonesia pertama yang bergabung dengan Madame Tussauds Singapura bersama para bintang lainnya. Joey Alexander Saat berusia 12 tahun, Joey yang dikenal sebagai pianis jazz masuk dalam daftar nomine Grammy ke-55 tahun 2016 untuk kategori jazz yakni “Best Improvised Solo” dan “Best Jazz Instrumental Album”. Selain menjadi nomine, musisi kelahiran tahun 2003 itu juga tampil di ajang penghargaan bergengsi di dunia musik internasional dan mendapatkan standing ovation, salah satunya Grammy tahun 2016. Stephanie Poetri Stephanie Poetri dikenal salah salah satunya melalui lagu “I Love You 3000” dan versi kedua lagu itu yang berkolaborasi dengan penyanyi K-pop, Jackson dari grup GOT7. Dia diketahui bergabung dengan label musik 88rising, bersama dengan musisi Indonesia lainnya yakni Rich Brian dan NIKI. Putri penyanyi kondang Titi DJ ini tampil untuk pertama kalinya dalam festival Head In The Clouds Music & Arts, Los Angeles State Historic Park, Amerika Serikat pada Agustus lalu. Dia juga menyabet penghargaan Mnet Asian Music Awards ke-21 atau MAMA 2019 dalam kategori “Best News Asian Artist Indonesia”. Tahun ini, dia menjadi nomine kategori “Social Star Award” dalam iHeartRadio Music Awards. Rich Brian Penyanyi rap asal Indonesia yang berkarir di Amerika Serikat dan bergabung bersama label 88rising itu pernah menjadi nominee ajang MTV EMA 2019 kategori “Best Southeast Asian Act” mewakili Indonesia. Tahun lalu, pria kelahiran tahun 1999 itu berkolaborasi dengan penyanyi K-pop Chungha melalui lagu “These Nights” yang bernuansa R&B era tahun 1980-an. NIKI​​​​​​​Nicole Zefanya yang populer dikenal dengan nama panggung NIKI menggebrak Amerika Serikat dengan lagunya “See U Never” dan “I LIKE U” yang dirilis pada 2017 lewat label rekaman asal Amerika Serikat 88 Rising. Sukses dengan dua lagu itu, Niki lantas debut dengan membuat album pendek (EP) “Zephyr” pada 2018. Salah satu lagu dalam EP itu yang berjudul “Vintage” sukses masuk daftar Best of 2018 di Apple Music. EP kedua gadis kelahiran 24 Januari 1999 yang bertajuk “wanna take this downtown?” (2019) berisi sejumlah lagu hits di antaranya “Lowkey”. NIKI senantiasa membawa identitasnya sebagais eorang warga negara Indonesia di kancah internasional. Salah satunya, saat dia menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka aksi panggungnya di Head In The Clouds Festival, di LA State Historic Park, Amerika Serikat pada Agustus 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.