Ada Gambar “Pocong” di Google Street View, Bagaimana Terjadi?

Ilustrasi Google. FOTO/iStockphotoSebuah pesan berantai bertebaran di grup Whatsapp pada Minggu (28/7/2019) pagi, yang mengungkap fenomena unik penampakan “pocong” di Google Street View. “Apakah Google Menemukan Fenomena Ini di Negara Lain? Coba buka aplikasi Google Maps, cari: Kedungwaru Kidul. Buka Google Street View, ada di sebelah kiri bawah kalau di aplikasi Android. Geser foto ke kiri sedikit-demi-sedikit..Ada siapa, itu? ūüėĪ,” demikian pesan itu beredar. Tirto melacak sesuai petunjuk dalam sebaran yang dimaksud. Hasil pencarian menunjukkan, ada bayangan putih mirip “pocong” berada di antara belukar. Bayangan putih itu terekam kamera kontributor dengan nama akun ARTBiZ360 – JASAVR dan diunggah pada Desember 2017 dan bukan oleh kamera Street View milik Google. Bagaimana gambar “pocong” ini bisa tampil di Google Street View? Sebagaimana dijelaskan oleh Google, konten Street View berasal dari dua sumber yakni dari Google sendiri dan kontributor. Program itu menurut Google adalah “upaya kolektif, agar semua orang di mana saja bisa menjelajahi dunia secara virtual.” Semua orang bisa menjadi kontributor Google Street dengan cara mengunduh aplikasi Google Street View di Google Play Store atau Apple App Store. Foto 360 derajat yang diambil oleh kontributor bisa tampil di laman Street View dengan syarat “harus memenuhi kriteria kualitas gambar, konektivitas, dan kelayakan.” Syarat kualitas gambar yang harus dipenuhi, antara lain: 7,5 MP atau lebih besar (3.840 x 1.920 piksel) Rasio tinggi lebar gambar 2:1 Tidak ada celah pada gambar di sekitar cakrawala Tidak ada kesalahan penggabungan yang signifikan Detail yang memadai di area terang/gelap Ketajaman: terfokus, tidak ada gerakan yang buram Tidak ada efek atau filter yang mengganggu Syarat Konektivitas: Semua foto 360 yang terhubung harus mempertahankan garis pandang yang jelas Coba potret dalam jarak 1 meter di dalam ruangan dan setiap 3 meter di luar ruangan Untuk meningkatkan peluang agar konten terhubung dengan Google maka kontributor harus memperluas pengambilan gambar hingga ke jalan Syarat Kelayakan: Persetujuan untuk menampilkan orang dan tempat Penempatan yang akurat secara geografis Tidak ada ruang yang dibuat komputer Tidak ada atribusi di luar area nadir Tidak berisi konten kebencian atau ilegal Setelah terdaftar, kontributor harus mematuhi Pedoman Penjualan & Branding Google. Artinya bila gambar “pocong” itu bisa tampil di laman Street View maka sebenarnya sudah memenuhi syarat yang diterapkan Google. Namun demikian, Google juga menambahkan atribut khusus bagi kontributor terpercaya dan profesional yakni badge Trusted Street View. Sayangnya, badge itu tak tersemat di akun ARTBiZ360 – JASAVR. Baca juga artikel terkait GOOGLE STREET VIEW atau tulisan menarik lainnya Agung DH (tirto.id – Sosial Budaya) Penulis: Agung DH Editor: Agung DH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.