8 Hal yang Membatalkan Puasa, dan Bentuk Denda Bagi yang Batal Akibat Berhubungan Seksual

Ramadan 2019

8 Hal yang Membatalkan Puasa, dan Bentuk Denda Bagi yang Batal Akibat Berhubungan Seksual

8 Hal yang Membatalkan Puasa, dan Bentuk Denda Bagi yang Batal Akibat Berhubungan Seksual
net
Bulan suci Ramadan

KITA telah memasuki bulan Ramadan 1440 Hijriah atau 2019, umat Islam pun kini telah melakukan ibadah puasa hari pertama.

Seperti apakah yang menjadi penyebab batal puasa? atau hal-hal yang membatalkan puasa?

Sebab selain harus melaksanakan kewajiban-kewajiban pada saat puasa, umat Islam juga dituntut untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Seperti dilansir dari NU.or.id di artikel berjudul ‘Delapan Hal yang Membatalkan Puasa’ yang ditulis oleh Ustadz M. Ali Zainal Abidin, pengajar di Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining Rambipuji Jember.

Peserta Semifinalis PSM Makassar, Borneo FC, Persija Jakarta, Satu Lagi Persebaya atau Madura United

Saat Sudah Mengerjakan Salat Tarawih dan Witir, Bolehkan Salat Tahajud Lagi? Begini Penjelasannya

Apa Manfaat dan Efek Samping Berpuasa Pada Tubuh? Simak Cara Aman Berpuasa di Bulan Suci Ramadan

Inilah artikel lengkapnya dibawah ini :

Dalam kitab Fath al-Qarib dijelaskan bahwa perkara yang dapat membatalkan puasa meliputi beberapa hal, antara lain:

Pertama, sampainya sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan disengaja. Maksudnya, puasa yang dijalankan seseorang akan batal ketika adanya benda (‘ain) yang masuk dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam yang dalam istilah fiqih biasa disebut dengan jauf. Seperti mulut, telinga, hidung. Benda tersebut masuk ke dalam jauf dengan kesengajaan dari diri seseorang.

Lubang (jauf) ini memiliki batas awal yang ketika benda melewati batas tersebut maka puasa menjadi batal, tapi selama belum melewatinya maka puasa tetap sah. Dalam hidung, batas awalnya adalah bagian yang disebut dengan muntaha khaysum (pangkal insang) yang sejajar dengan mata; dalam telinga, yaitu bagian dalam yang sekiranya tidak telihat oleh mata; sedangkan dalam mulut, batas awalnya adalah tenggorokan yang biasa disebut dengan hulqum.

Puasa batal ketika terdapat benda, baik itu makanan, minuman, atau benda lain yang sampai pada tenggorokan, misalnya. Namun, tidak batal bila benda masih berada dalam mulut dan tidak ada sedikit pun bagian dari benda itu yang sampai pada tenggorokan.

Menteri Susi Lepasliarkan 30 Penyu Langka Hasil Pengungkapan Kasus Penyelundupan Ilegal Hewan Langka

Jam Kerja Bergeser, BKD Pastikan Tak Ada PNS Bolos di Hari Pertama Ramadan

Jangan Cuci Ayam Mentah Anda Sebelum Dimasak! Kuman Bisa Menyebar ke Seluruh Dapur

Berbeda halnya ketika benda yang masuk dalam jauf seseorang yang sedang berpuasa dilakukan dalam keadaan lupa, atau sengaja tapi ia belum mengerti bahwa masuknya benda pada jauf adalah hal yang dapat membatalkan puasa. Dalam keadaan demikian, puasa yang dilakukan seseorang tetap dihukumi sah selama benda yang masuk dalam jauf tidak dalam volume yang banyak, seperti lupa memakan makanan yang sangat banyak pada saat puasa. Maka ketika hal tersebut terjadi puasa dihukumi batal. (Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu’in, juz 1, hal. 259)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul 8 Hal yang Membatalkan Puasa, dan Bentuk Denda Bagi yang Batal Akibat Berhubungan Seksual, http://wartakota.tribunnews.com/2019/05/06/8-hal-yang-membatalkan-puasa-dan-bentuk-denda-bagi-yang-batal-akibat-berhubungan-seksual.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.