Tempat Jual laptop di rangkepan jaya baru, depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop di Bojongsari Depok hub : 081384510779

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Bojongsari Depok. anda dapat menghubungi 081384510779 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bojongsari Depok segera hubungi kami sekarang juga di 081384510779(Call/sms/whatsapp)

Tempat Jual laptop di sukamaju, depok hub : 081384510779
Tempat Jual laptop di rangkepan jaya baru, depok hub : 081384510779 Rangkapan Jaya Baru adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Pancoran MasKota DepokJawa BaratIndonesia.
Yang ada di kelurahan ini[sunting | sunting sumber]
Kantor kelurahan
Indomaret
Sirkuit balap sepeda motor kecil
Pangkalan Angkot 07
Gardu induk PLN
Terminal bus pariwisata
Perumahan Griya Pancoran Mas Indah
Masjid Al-Kautsar
SDN Rawadenok
SD Muhammadiyah
TK Lestari
Jalan raya Sawangan, yang melintasi 4 kampung
Jalan raya Keadilan

Tempat Jual laptop di rangkepan jaya, depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop di Bojongsari Depok hub : 081384510779

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Bojongsari Depok. anda dapat menghubungi 081384510779 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bojongsari Depok segera hubungi kami sekarang juga di 081384510779(Call/sms/whatsapp)

Tempat Jual laptop di sukamaju, depok hub : 081384510779
Tempat Jual laptop di rangkepan jaya, depok hub : 081384510779 Rangkepan Jaya adalah nama sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Rangkepan Jaya berbatasan dengan Kelurahan Mampang di sebelah timur, Kelurahan Grogol di sebelah utara, dan Kelurahan Rangkepan Jaya Baru di sebelah barat dan selatan. Berdasar hasil wawancara dengan tokoh-tokoh sesepuh Rangkepan Jaya pada Mei 2010, diantaranya Haji Nawawi di Rawa Denok, Haji Bari di Kekupu, dan Haji Aselih di Kampung Grogol, diketahui bahwa wilayah yang kini menjadi Kelurahan Rangkepanjaya merupakan wilayah gabungan dari beberapa desa atau kampung, yang pada masa kolonial Belanda menjadi kawasan tanah partikelir milik tuan tanah.
Berkenaan dengan masa lampau wilayah Rangkepan Jaya, dalam Jejak Langkah Islam di Depok, Djamhur, Ibrahim, dan Yakin (2007), menyatakan bahwa pada masa sebelum kedatangan Belanda ternyata wilayah ini sudah berpenghuni, bukan wilayah kosong tak berpenduduk. Beberapa nama kampung yang telah ada sebelum kedatangan Belanda pada abad ke 17 diantaranya Parung Bingung (diduga ada sejak jaman Kerajaan Taruma Negara) dan Rawa Denok (diduga ada sejak jaman perang Banten – Pajajaran tahun 1500-an Masehi). Haji Nawawi menyebutkan, kampung-kampung lain di sekitar Rangkepan Jaya yang sudah ada setidaknya sejak jaman kolonial diantaranya Kampung Limo, Kampung Depok, Kampung Sengon, dan Kampung Parung Malela.
Namun, meski masyarakat yang mendiami wilayah Rangkapan Jaya sudah lama sekali ada, ternyata nama “Rangkepan Jaya” sendiri baru muncul pada tahun 1953. Menurut Haji Nawawi dan Haji Bari, nama Rangkepan Jaya bermula dari ide seorang guru SD di Parung Bingung bernama Sutomo (Pak Utomo) yang terlontar pada musyawarah warga di sebuah madrasah (sekarang YKS) menyangkut pembentukan wilayah (desa) baru, yang merupakan gabungan dari tiga desa, yakni Rawa Denok (termasuk Kampung Pulo), Kekupu (termasuk Kampung Pitara), dan Parung Bingung (termasuk Kampung Grogol). Kata ‘Rangkepan Jaya’ itu berasal dari kata RA = Rawa Denok, KE = Kekupu, dan PA = Parung Bingung, yang kemudian disempurnakan menjadi RANGKEPAN. Adapun tambahan kata ‘Jaya’ merupakan cita-cita agar kelak desa yang baru terbentuk itu menjadi maju dan sejahtera.
Desa bentukan baru itu dipimpin oleh Haji Saprin dari Parung Bingung hingga tahun 1955, kemudian dilanjutkan oleh Haji Amsir dari Kampung Kekupu hingga tahun 1978. Pada tahun 1978, Desa Rangkepan Jaya dipecah menjadi dua, yakni Desa Rangkepan Jaya Lama (terdiri dari Kampung Grogol, Kekupu, Pulo, dan Pitara) dan Rangkepan Jaya Baru (terdiri dari Kampung Parung Bingung dan Rawa Denok). Kepada Desa Rangkepan Jaya (lama) pasca pemecahan adalah Haji Nawawi, Haji Suarja, Haji Dhani Kondhani (sejak masa Haji Dhani Kondhani desa Rangkepan Jaya telah menjadi kelurahan), Cucu S., Haji Mubarok, Deden Kosasih, dan Wawan Wirawan. Saat tulisan ini dibuat, Kelurahan Rangkepan Jaya dipimpin oleh Bapak Ahmad Ubaidillah.
Perkembangan Rangkepan Jaya hingga menjadi seperti saat ini tentu tidak lepas dari peran masyarakat. Beberapa tokoh masyarakat di Rangkepan Jaya sejak masa tahun 1950-an (beberapa sudah wafat) diantaranya : Sayid Muhammad (makam di Sukabumi), Haji Kimah (Rawa Denok), Nimah (Rawa Denok), Haji Sani’in (Rawa Denok; Kepala Desa Rawa Denok pada masa sebelum penggabungan), Rahit (Rawa Denok), Mandor Samah (Rawa Denok), Haji Ali (Rawa Denok), Amil Tohir (Rawa Denok), KH. M. Jayadih (Rawa Denok), Haji Sadullah (Rawa Denok), Haji Ma’arif (Rawa Denok), KH. Abdul Razak (Rawa Denok), KH. M. Awab Usman (Rawa Denok), Haji Nawawi (Rawa Denok), Haji Saprin (Parung Bingung; Kepala Desa Parung Bingung sebelum masa penggabungan), Miun (Parung Bingung), Arkani (Parung Bingung), Haji Mandor Naim (Parung Bingung), Haji Husaini (Parung Bingung), Mardani (Parung Bingung), RK. Marja (Parung Bingung), Aminah Amang (Kekupu; Kepala Desa Kekupu sebelum masa penggabungan), Haji Amsir (Kekupu; Kepala Desa Kekupu sebelum masa penggabungan), Mualim Ratna (Kekupu), Kabeng Tedot (Kekupu), Haji Amil Geming (Kekupu), Usman SF (Kekupu), Sa’atih (Kekupu), Mandor Cocong (Kekupu), Mandor Amar (Kekupu), Haji Bari (Kekupu), R. Kabasar (Grogol), R. Kamaja (Grogol), RW. Suhanda (Grogol), Mandor Na’ung (Pulo), Mandor Sai’nin (Pulo), Haji Saitih (Pulo), Haji Husein (Pulo), Haji Ali (Pulo), Haji Nafis (Pulo), Mandor Acul (Pitara), dan Naman Umbul (Pitara). Disamping itu, ada pula tokoh-tokoh ulama dan guru agama (mualim) yang turut bersumbangsih dalam bidang kerohanian, diantaranya : Ust. Meisar Yunus, Ust. Jayadih, Ust. Asnawi, Ust. Yusuf, Ust. Mansur, Ust. Awab, dan Ust. Samsudin.
Dalam bidang kepemudaan, Rangkepanjaya telah mencetak prestasi gemilang sejak dulu, baik dalam bidang olah raga, pendidikan, maupun organisasi. Narasumber menyebutkan bahwa pada tahun 1980-an Rangkepan Jaya pernah mendapat kunjungan Presiden Soeharto beserta para menteri Kabinet Pembangunan. Rangkepan Jaya pernah pula mengirimkan salah seorang pemudanya dalam program pertukaran pelajar ke Australia.
Dalam bidang olah raga, hingga kini masih berdiri dan aktif POR (Persatuan Olah Raga) Samudra Jaya yang memiliki 5 P.S. (Persatuan Sepakbola), yakni P.S. HW yang diketuai oleh Haji Nawawi, P.S. Pekerti yang diketuai oleh Haji Bari, P.S. PB Kubra dipimpin oleh Bapak Marali, P.S. Fajar Putra yang dipimpin oleh Bapak Suhamba, dan P.S. Setia Kawan yang dipimpin oleh Bapak Kotong Suhardi.
SEKILAS SEJARAH DEPOK
Secara administratif, Depok berada di wilayah Jawa Barat yang bersuku Sunda, namun secara kultural, Depok lebih bernuansa Betawi. Masyarakat Depok umumnya lebih nyaman disebut orang Betawi ketimbang orang Sunda.
Nama Depok kemungkinan baru di kenal sejak masuknya pengaruh Banten dan Demak pada sekitar tahun 1527-an, yakni pada masa kemelut perang kerajaan Banten-Demak yang bercorak Islam dan Pajajaran yang bercorak Hindu. Nama Depok sendiri ternyata tidak hanya ada satu, nama Depok terdapat pula di daerah Sumedang, Cirebon, Sleman, bahkan Nusa Tenggara Barat. Umumnya, nama Depok dikaitkan dengan tempat yang dulunya pernah menjadi tempat persinggahan dan sekolah tradisional(padepokan). R.M. Jonathan (1998) menulis dalam Sejarah Singkat Masyarakat Kristen Depok pada halaman 5 alinea 4, bahwa nama Depok sudah ada sebelum tanah wilayah itu dibeli oleh Cornelis Chastelein tahun 1696. Hal yang sama dikatakan pula dalam laporan seorang pejabat Belanda, Abraham van Riebeek tahun 1703, bahwa ia melewati suatu kawasan yang telah lama dikenal bernama Depok yang letaknya antara Pondok Cina dan Pondok Terong.
Meski nama Depok sudah ada sebelum jaman tuan tanah Belanda, namun belum dapat dipastikan sejauh mana wilayah yang bernama Depok waktu itu. Beberapa sumber menyebutkan, kemungkinan yang disebut Depok pada abad ke-16 itu meliputi yang sekarang menjadi Jalan Siliwangi, yang ke arah timur berbatasan dengan kali Ciliwung, sedangkan ke barat berbatasan dengan Jalan Kartini dan Margonda, ke utara berbatasan dengan Kampung Mangga atau Parung Malela, dan ke selatan berbatasan dengan Parung Balimbing (Pancoran Mas). Adapun bagian barat Depok (ke arah Parung) dahulunya termasuk wilayah kabupaten Bogor.
Depok hingga abad ke-16 atau sebelum masuknya pengaruh Banten, termasuk wilayah Kerajaan Muara Beres, yang pusatnya ada di Desa Sukahati dan Desa Karadenan. Kerajaan Muara Beres adalah kerajaan bawahan dari Pajajaran.
Pada abad ke-16, Banten-Demak melakukan ekspansi ke wilayah Pajajaran, dan mendirikan markas pertahanan di Depok. Konon, untuk menembus benteng Pajajaran di Muara Beres, Banten-Demak memerlukan waktu puluhan tahun. Pada saat itulah bermunculan kampung-kampung Banten-Demak yang bercorak Islam, misalnya Beji, Pondok Terong, Kedung Waringin, Rawa Denok, Rawa Geni, Mampang, Kukusan, Sawangan, dan Depok. Adapun kampung-kampung yang sudah ada sebelum masuknya pengaruh Banten atau yang sudah ada sejak zaman Tarumanagara adalah Citayam, Parung Bingung, Parung Balimbing, Parung Serab, Bojong Jati, Parung Malela, Kampung Mangga, Cikumpa, Cimanggis, Cinere, Karang Anyar (sekarang wilayah Sengon dan Jemblongan), Pabuaran, dan Susukan.
Rangkepan Jaya, Mei 2010

Viral Masjid Megah Bak Istana di Tengah Hutan Gunung Lompobattang

Masjid di tengah hutan Gowa (Fauzan/Liputan6.com)

Sebuah masjid yang berada di tengah hutan Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ramai jadi perbincangan warganet. Bagaimana tidak, masjid tersebut terlihat begitu megah bak sebuah istana padahal lokasinya tersembunyi.

Sejak viral beberapa hari lalu melalui unggahan salah seorang pengguna Facebook, masjid itupun langsung ramai dikunjungi oleh orang-orang yang penasaran ingin melihat langsung kemegahan masjid tersebut.

“Masjid itu sudah lama, kalau tidak salah sekitar lima tahun lalu dibangun,” kata Andi Hidayatullah, salah seorang warga yang pernah berkunjung ke sana, Minggu (24/11/2019) petang.

Andi menyebutkan, masjid tersebut berada di kaki gunung Lompobattang. Perjalanan menuju ke masjid itupun terbliang cukup sulit karena lokasinya yang tersembunyi.

“Lokasinya memang tersembunyi, harus pakai pemandu yang betul-betul sudah hapal jalan menuju ke sana. Dulu jalannya belum sebagus sekarang seperti yang saya lihat di video yang viral itu,” jelasnya.

Pemukiman warga terdekat dari lokasi didirikannya masjid itu adalah Dusun Langkoa. Andi menyebutkan bahwa jarak pemukiman warga ke masjid tersebut sekitar 1 kilometer.

“Dusun Langkoa itu lumayan padat penduduk,” ucap Andi.

Dari penelusuran Liputan6.com, pengguna Facebook yang mengunggah video perjalanannya menuju masjid tersebut adalah Luchyna Make Up. Video berdurasi 14 menit itu langsung ramai dikomentari pengguna Facebook lainnya. Bahkan kini video tersebut telah dibagikan lebih dari 22 ribu kali.

Ani Idrus Jadi Sosok Google Doodle Hari Ini, Siapa Dia?

Ilustrasi Google Doodle Ani Idrus.KOMPAS.com – Bila membuka laman mesin pencari Google hari ini, Senin (25/11/2019), Anda akan menemukan ilustrasi seorang wanita berkacamata tengah mengenakan kerudung bermodel ciput, dengan hiasan bunga. Wanita itu adalah Ani Idrus, seorang tokoh di bidang pers yang berasal dari Sumatera Barat. Ia dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 25 November 1918 dan wafat di kota Medan, Sumatera Utara, pada 9 Januari 1999.  Adapun sosok Ani Idrus ditampilkan di halaman depan Google, biasa disebut doodle, untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke-101, yang jatuh pada hari ini, 25 November 2019. Ani Idrus sendiri digambarkan sedang berpakaian rapi dengan latar belakang aneka halaman koran yang sedang ia pilih. Jika dilihat seksama, rangkaian halaman koran ini juga bertuliskan kata “Google”. Baca juga: Berkenalan dengan Tukang Gambar Google Doodle Nah, jika doodle tersebut di-klik, maka Anda akan disodorkan dengan hasil pencarian Google dengan kata kunci “Ani Idrus”. Halaman hasil pencarian Google pun menampilkan beragam rekam jejak Ani. Jika menceritakan jejak karirnya, Ani Idrus mulai menekuni profesi wartawan sejak tahun 1930, masa-masa di mana menjadi seorang jurnalis masih tak sebebas sekarang lantaran tertekan oleh pemerintah kolonial Belanda. Kala itu, ia berkontribusi di majalah “Panji Pustaka” Jakarta.  Kemudian pada 1936, ia bekerja di media “Sinar Deli” Medan untuk menjadi kontributor di majalah “Politik Penyedar”. Dua tahun setelahnya, ia menerbitkan majalah politik “Seruan Kita” bersama suaminya, H. Mohamad Said.  Baca juga: OK Google Kini Bisa Pesan GoFood dan Cek Saldo BCA Ani Idrus dan Said juga menggagas media cetak di bawah nama “Harian Waspada” pada 1947. Kemudian pada 1949, Ani menerbitkan majalah “Dunia Wanita”. Kontribusi Ani Idrus di bidang jurnalistik pun membuatnya meraih beragam penghargaan dari pemerintah.  Pada tahun 1990, ia mendapatkan penghargaan dari Menteri Penerangan R.I. sebagai wartawan di atas 70 tahun yang masih aktif untuk berkontribusi.   Sebelumnya, ia juga sempat mendapatkan penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang diberikan kepadanya pada 1959, berikut piagam Pembina Penataran Tingkat Nasional dari BP7 Jakarta pada 1979. ADVERTISING

Tempat Jual laptop di mampang, depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop di Bojongsari Depok hub : 081384510779

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Bojongsari Depok. anda dapat menghubungi 081384510779 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bojongsari Depok segera hubungi kami sekarang juga di 081384510779(Call/sms/whatsapp)

Tempat Jual laptop di sukamaju, depok hub : 081384510779
Tempat Jual laptop di mampang, depok hub : 081384510779  Warga kelurahan Mampang, kecamatan Pancoran Mas, Depok menganggap hari Kamis sebagai hari yang keramat. Bahkan, mereka percaya untuk tidak melangsungkan acara-acara yang sifatnya hanya untuk bersenang-senang.
Tokoh masyarkat Mampang, Pancoran Mas, Depok, Suganda menyatakan, sejak dahulu hingga sekarang, masyarakat pribumi dari kelurahan Mampang percaya jika hari Kamis itu merupakan hari yang keramat.
“Orang pribumi Mampang, itu semua tahu kalau hari Kamis itu bukan hari yang pas untuk dilakukannya acara, seperti acara pernikahan dan jalan-jalan seperti tour. Apalagi yang sifatnya untuk foya-foya saja,” terangnya kepada Sindonews ketika ditemui di rumahnya RT 02/02, kelurahan Mampang, kecamatan Pancoran Mas, Depok, Selasa 17 Maret 2015.
Bahkan, kata Suganda, zamannya leluhur dahulu, masyarakat Mampang tiap hari Kamis itu tidak pernah melangsungkan acara apapun. Jika masih nekat, kemungkinan acara yang digelar tidak akan sukses.
Suganda lantas menceritakan pengalaman yang dia rasakan di kantornya di kelurahan Rangkapan Jaya. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat dilangsungkannya upacara bendera di tanggal 17 Agustus.
Saat bendera sudah diikat di tali dan hendak dinaikan ke atas tiang tertinggi, tali pengerek bendera itu tidak dapat ditarik. Hingga petugas pengerek kesulitan dan lurah pun turut serta menarik tali tersebut. Tali pun tetap tidak dapat di tarik untuk menaikkan bendera kebangsaan itu.
“Kebetulan, 17 Agustus jatuh pada hari Kamis. Sedang lurahnya itu baru dan kebetulan juga bukan pribumi Depok. Lurah bilang upacara bendera tetap harus dilangsungkan. Semua hari itu baik, termasuk hari Kamis,” ceritanya.

Tempat Jual laptop di pancoran mas, depok hub : 081384510779

Tempat Jual laptop di Bojongsari Depok hub : 081384510779

bagi anda yang memiliki laptop tidak terpakai, ingin tukar tambah laptop, laptop anda bermasalah, laptop anda terlalu tua/kuno dan ingin dijual dan anda berada di daerah Bojongsari Depok. anda dapat menghubungi 081384510779 (Call/sms/whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi anda yang berada di daerah Bojongsari Depok segera hubungi kami sekarang juga di 081384510779(Call/sms/whatsapp)

Tempat Jual laptop di sukamaju, depok hub : 081384510779
 Tempat Jual laptop di pancoran mas, depok hub : 081384510779 Sebagai kota yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Depok juga kental dengan kisah sejarahnya. Mungkin sebagian besar dari Anda yang tinggal di Depok belum menyadari sejarah penamaan sebuah kecamatan, yakni Pancoran Mas.
Yanu Jonathan, Pakar Sejarah Depok mengatakan nama Pancoran Mas sendiri memang menunjukkan adanya sebuah pancuran yang dibuat pada zaman penjajahan Belanda. Pancuran tersebut bahkan digunakan sebagai sumber mata air utama di Depok.
“Pancurannya sendiri berada di sebelah Barat Stasiun Depok Lama. Ini merupakan satu dari beberapa peninggalan Bapak Pendiri Depok yang juga mantan anggota VOC, Cornelis Chasthelein,” ujar Yanu pada Suara.com saat jelajah Depok bersama Komunitas Jakarta Food Traveler beberapa waktu lalu.
Dahulu, kata Yanu, mata air ini dikeramatkan oleh pendatang yang berkunjung ke Depok karena diyakini bisa membuat diri menjadi awet muda. Penambahan kata mas, dibelakang kata Pancoran, menurut Yanu karena efek kilau yang dihasilkan dari pantulan matahari ke air di pancuran tersebut.
“Di Pancuran itu ada setu yang menampung air alaminya, bentuknya segitiga. Dulunya, banyak pohon besar yang menutupi setu itu sendiri. Kemudian kalau pagi, sinar matahari yang masuk lewat celah pepohonan menerpa permukaan air sehingga terlihat keemasan. Itu sebabnya dinamakan Pancoran Mas,” tandas Yanu.
Nah sekarang Anda sudah tahu kan, kenapa kawasan itu disebut Pancoran Mas?

Film Dua Garis Biru yang Dibintangi Adhisty Zara Jadi Pembuka Festival Film di London

Film Dua Garis Biru yang Dibintangi Adhisty Zara Jadi Pembuka Festival Film di London

TRIBUNNEWS.COM – Film Dua Garis Biru yang dibintangi oleh Adhisty Zara dan Angga Yunanda menjadi pembuka dalam London Mini Indonesian Film Festival yang digelar di London mulai 22 sampai 24 November 2019.

London Mini Indonesia Film Festival merupakan festival film Indonesia yang pertama kali diadakan di London, Inggris, oleh Curzon Sinema London.

Mengutip dari Antara News, ada beberapa film Indonesia yang diputar dalam festival ini.

Festival tersebut dibuka dengan Dua Garis Biru yang mendapatkan 12 kategori nominasi dalam Piala Citra di ajang penghargaan Festival Film Indonesia.

Selain Dua Garis Biru, film lain yang akan diputar adalah TurahNyanyian Akar Rumput, dan 27 Steps of May.

London Mini Indonesia Film Festival rencananya akan ditutup dengan pemutaran film Bumi Manusia yang diangkat dari novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer.

Pada masa orde baru, peredaran novel tersebut di masyarakat sempat dilarang.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma, festival film memiliki berbagai dimensi yang penting.

“Pertama sebagai dipolomasi seni dan budaya yang efektif, kedua sebagai wahana memperkenalkan film Indonesia ke pasar Inggris yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air,” kata Rizal di London, Jumat (22/11/2019).

Pendiri Indonesian Film Society (IFS) dan direktur festival, Patrick Tantra mengatakan bahwa festival diadakan atas inisiatif IFS yang didukung KBRI London sebagai bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Inggris.

Link Live Streaming PSG Vs Lille – Tuchel Pusing Banyak Pemain Bintang

Pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel menyebut timnya akan tampil menyerang meskipun tanpa Neymar dan Cavani saat melawan Manchester United.

BolaStylo.com – Link live streaming pertandingan Paris Saint-Germain melawan Lille OSC membuat Thomas Tuchel resah menceritakan tentang kondisi klubnya.

Pertandingan Paris Saint-Germain versus Lille OSC akan dimulai pukul 02.45 WIB pada Sabtu (23/11/2019) yang dapat disaksikan melalui link live streaming dalam artikel ini.

Duel Paris Saint-Germain melawan Lille OSC dapat ditonton melalui link live streaming yang disiarkan langsung dari Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis.

Pelatih PSGThomas Tuchel hadir pada sesi konferensi pers sebelum laga melawan Lille.

Pelatih asal Jerman ini kemudian curhat mengenai kondisi timnya yang dipenuhi oleh pemain berstatus bintang.

Pemain tersebut antara lain Mauro Icardi, Edinson Cavani, Neymar, Kylian Mbappe, Angel di Maria, dll.

“Mengelola pemain yang bisa membuat mereka memikirkan tentang tim terlebih dahulu merupakan sebuah tantangan besar,” kata Tuchel dilansir BolaStylo.com dari laman resmi Paris Saint-Germain.

“Semua pemain hebat memikirkan diri mereka sendiri. Ini normal, dan itu juga dapat membawa energi positif ke tim.

“Kami harus menerima kenyataan bahwa seorang pemain tunggal tidak dapat memenangkan pertandingan sendirian,” katanya menambahkan.

Tuchel menambahkan selalu pusing ketika harus memikirkan formasi pemain terbaik di timnya.

Sebab ia juga harus memikirkan kondisi psikologis pemain apabila tidak diturunkan dalam sebuah laga.

Di sisi lain, Tuchel merasa harus fokus pada pertandingan melawan Lille sebelum Real Madrid di Liga Champions.

“Kami harus fokus jika ingin menang karena Lille adalah tim Liga Champions,” ujar Tuchel.

“Tim lawan sangat kuat dalam serangan balik, sangat cepat, sangat sulit untuk dilawan.

“Kami juga memiliki tiga pertandingan sulit di depan, karena AS Monaco sangat kuat saat ini,” ujarnya meneruskan.

PSG saat ini menempati peringkat pertama Liga Perancis dengan 30 poin.

Sedangkan Lille ada diposisi kelima klasemen sementara dengan 19 poin.